Menjelang hari perkiraan lahir, tubuh ibu hamil mengalami banyak perubahan. Salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah kaki dan pergelangan kaki yang membengkak. Tak sedikit yang khawatir apakah ini tanda persalinan sudah dekat. Jawabannya: belum tentu, Moms.
Kenapa Kaki Bisa Bengkak?
Pembengkakan atau edema terjadi karena penumpukan cairan di jaringan tubuh. Saat hamil, tubuh memproduksi lebih banyak cairan untuk mendukung pertumbuhan janin dan plasenta. Rahim yang membesar juga menekan pembuluh darah vena di panggul, sehingga aliran darah dari kaki ke jantung melambat. Akibatnya, cairan mudah merembes ke jaringan kaki dan pergelangan kaki.
Perubahan hormon juga berperan. Hormon progesteron membuat pembuluh darah lebih rileks dan melebar, sehingga kurang efisien mengalirkan darah kembali ke jantung. Plus, pada akhir kehamilan, berat badan ekstra dari cairan bisa mencapai 1–1,5 kilogram. Tak heran jika kaki terasa lebih berat dan membesar.
Kapan Harus Waspada?
Meski umumnya normal, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Segera hubungi dokter jika pembengkakan terjadi mendadak di wajah, tangan, atau kaki, disertai gejala seperti:
- Sakit kepala parah yang tak kunjung reda
- Gangguan penglihatan (kabur, melihat kilatan cahaya, atau bintik-bintik)
- Nyeri hebat di bawah tulang rusuk
- Mual atau muntah
- Tekanan darah tinggi
- Nyeri ulu hati yang membandel
Gejala-gejala ini bisa menandakan preeklamsia, komplikasi kehamilan yang serius. Selain itu, jika salah satu kaki bengkak lebih parah dari yang lain, disertai nyeri, kemerahan, atau terasa hangat, segera periksakan diri. Ini bisa menjadi tanda adanya bekuan darah (trombosis vena dalam) yang memerlukan penanganan darurat.
Cara Meredakan Pembengkakan
Kabar baiknya, ada banyak cara alami yang bisa membantu meredakan kaki bengkak selama kehamilan. Simak tips berikut:
- Kurangi berdiri terlalu lama: Jika pekerjaan mengharuskan Anda berdiri, usahakan duduk sejenak setiap 1–2 jam.
- Tidur miring ke kiri: Posisi ini mengurangi tekanan pada vena besar dan membantu aliran darah.
- Gunakan stoking kompresi: Stoking khusus kehamilan dapat membantu mendorong cairan kembali ke atas.
- Berdiri atau berjalan di kolam renang: Tekanan air membantu mengurangi pembengkakan.
- Kenakan pakaian longgar: Hindari pakaian ketat yang menghambat sirkulasi.
- Olahraga ringan setiap hari: Jalan santai atau senam hamil bisa melancarkan peredaran darah.
- Minum banyak air: Tubuh justru akan menahan lebih banyak cairan jika dehidrasi.
- Konsumsi makanan sehat: Kurangi garam dan perbanyak protein serta sayuran.
- Pijat lembut: Pijat kaki dengan gerakan ke arah jantung, hindari tekanan pada pembuluh darah.
- Lakukan peregangan kaki: Gerakan memutar pergelangan kaki atau mengangkat jari-jari kaki bisa membantu.
- Tinggikan posisi kaki: Saat duduk atau berbaring, ganjal kaki dengan bantal agar lebih tinggi dari jantung.
Pembengkakan biasanya akan berkurang setelah melahirkan. Dalam beberapa hari pertama setelah persalinan, tubuh akan membuang kelebihan cairan melalui urine dan keringat. Jadi, tetap tenang dan jaga kesehatan ya, Moms!